KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2) resmi meluncurkan program akademik terbaru yang bertajuk “Magang Berkelanjutan dengan Fokus Pemberdayaan UMKM Lokal” pada Selasa, 1 April 2026. Inisiatif inovatif ini hadir sebagai wujud komitmen kampus dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan implementasi nyata di masyarakat, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal Kendari dan sekitarnya.
Program yang melibatkan lebih dari 250 mahasiswa dari berbagai program studi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada generasi muda akademisi sambil memberikan dampak langsung terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara. Peluncuran dilakukan di Auditorium Utama Kampus LP2 Unismuh Kendari dan dihadiri oleh Rektor, dosen-dosen senior, pimpinan UMKM mitra, serta ratusan mahasiswa yang antusias.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Unismuh Kendari, Dr. Bambang Suryanto, M.Si., dalam sambutannya menguraikan latar belakang peluncuran program ini. Menurut Bambang, visi LP2 adalah menciptakan ekosistem akademik yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada pembangunan daerah.
“Kami percaya bahwa universitas bukan hanya sekadar lembaga pendidikan yang menghasilkan gelar akademik. Lebih dari itu, universitas harus menjadi agent of change yang aktif mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup. Program Magang Berkelanjutan ini adalah manifestasi dari komitmen kami tersebut,” ujar Dr. Bambang Suryanto dalam kesempatan tersebut.
Program akademik yang dimulai sejak semester genap 2025-2026 ini melibatkan kolaborasi intensif antara tiga pilar utama, yakni akademisi (kampus), bisnis (UMKM), dan pemerintah daerah. Setiap mahasiswa peserta akan ditugaskan untuk bekerja langsung dengan salah satu dari 45 UMKM mitra yang tersebar di berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri kreatif, pertanian modern, kerajinan tangan, hingga layanan jasa.
Struktur program dirancang dengan fleksibilitas tinggi, memungkinkan mahasiswa untuk tetap menjalankan kewajiban akademik reguler mereka sambil terlibat dalam kegiatan magang. Setiap peserta akan menghabiskan waktu 16 jam per minggu di lokasi UMKM mitra, dengan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan serta mentor dari UMKM terkait. Durasi program ditetapkan selama satu semester penuh dengan evaluasi berlapis untuk memastikan pencapaian kompetensi yang optimal.
“Peserta program akan mendapat pengalaman real-world yang tidak bisa diperoleh dari ruang kelas semata. Mereka akan belajar bagaimana mengatasi tantangan bisnis nyata, memahami dinamika pasar lokal, dan mengembangkan solusi inovatif bersama pelaku UMKM,” jelas Dr. Yeni Kusnaedi, Sekretaris LP2, yang juga menjadi koordinator utama program ini.
Sebagai bagian integral dari program, setiap mahasiswa juga diwajibkan untuk mengembangkan minimal satu proposal riset atau pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan UMKM tempat mereka magang. Proposal tersebut akan difasilitasi dengan dana penelitian dari LP2 hingga mencapai total Rp 5 miliar untuk seluruh peserta program tahun ini. Hal ini dirancang agar kontribusi mahasiswa tidak sekadar menjadi tenaga kerja, tetapi sungguh-sungguh memberikan nilai tambah inovatif.
“Investasi kami dalam program ini cukup signifikan, namun kami yakin bahwa return-nya akan jauh lebih besar, baik untuk mahasiswa, UMKM mitra, maupun pengembangan daerah secara keseluruhan,” ujar Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Sehrul Syaiful, Dipl.M., dalam sambutan peluncuran.
Program ini hadir dengan beberapa fitur unggulan yang membedakannya dari praktik magang konvensional. Pertama, adanya sistem mentoring dua arah di mana dosen tidak hanya membimbing mahasiswa, tetapi juga berdiskusi dengan pelaku UMKM tentang peluang pengembangan bisnis mereka. Kedua, setiap peserta akan mendapat akses ke perpustakaan digital LP2 yang berisi ribuan jurnal, artikel, dan studi kasus bisnis. Ketiga, program ini menyediakan ruang kolaborasi lintas mahasiswa sehingga peserta dari berbagai UMKM dapat saling berbagi pembelajaran dan bahkan mengembangkan sinergi bisnis antar mitra.
Salah satu UMKM mitra yang paling antusias menerima program ini adalah CV. Sultra Craft, sebuah perusahaan kerajinan tangan yang memproduksi berbagai produk berbahan dasar rotan dan kayu jati lokal. Pemilik CV. Sultra Craft, Ibu Siti Nurhaliza, mengungkapkan harapannya terhadap kolaborasi ini.
“Kami sangat terbantu dengan masuknya mahasiswa ke dalam operasional kami. Mereka tidak hanya membantu pekerjaan sehari-hari, tetapi juga membawa ide-ide segar, terutama dalam hal digital marketing dan inovasi produk. Tahun lalu, seorang mahasiswa dari Unismuh membantu kami mengembangkan platform media sosial yang sekarang menjadi channel penjualan terbesar kami,” cerita Ibu Siti.
Pengalaman positif tersebut juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya. Bapak Hendra Wijaya, pemilik Toko Elektronik Maju Jaya, menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa telah membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan wawasan baru tentang tren pasar.
“Mahasiswa membawa perspektif berbeda tentang bagaimana memanfaatkan teknologi. Mereka membantu kami mengimplementasikan sistem inventory digital dan customer relationship management yang sederhana namun efektif. Investasi LP2 dalam program ini juga memberikan dukungan finansial untuk pengembangan produk baru yang sebelumnya tidak kami mampu,” ungkap Bapak Hendra.
Dari perspektif mahasiswa, program ini juga mendapat respons yang sangat positif. Mahasiswa semester VI dari Program Studi Manajemen, Azizah Pratiwi, yang ditugaskan di salah satu UMKM fashion lokal, berbagi pengalaman berkesan.
“Awalnya saya agak khawatir menambah beban akademik, tetapi ternyata pengalaman magang membuat pembelajaran di kampus menjadi lebih bermakna. Teori yang kami pelajari langsung bisa diaplikasikan. Saya juga menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti,” papar Azizah dengan antusias.
Dampak program ini diharapkan berlanjut jauh ke depan. Dr. Bambang Suryanto menekankan bahwa LP2 berencana untuk memperluas jangkauan program ke semester berikutnya, dengan menargetkan peningkatan jumlah peserta dan UMKM mitra.
“Jika program ini berjalan baik tahun pertama, kami akan mengajukan proposal kepada Rektor untuk mengalokasikan dana lebih besar lagi, dan mungkin melibatkan program studi yang lebih banyak. Visi jangka panjang kami adalah membuat program magang berkelanjutan ini menjadi bagian integral dari kurikulum Unismuh Kendari di berbagai tingkat,” katanya.
Selain dampak ekonomi, program ini juga memiliki dimensi sosial yang penting. Beberapa UMKM yang menerima mahasiswa adalah usaha milik kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, sehingga program ini juga berkontribusi pada pemberdayaan kelompok marginal dalam ekonomi lokal.
Untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas, LP2 telah membentuk komite evaluasi program yang terdiri dari perwakilan dosen, UMKM mitra, mahasiswa, dan pemerintah daerah. Komite ini akan melakukan monitoring berkala setiap dua minggu dan evaluasi komprehensif setiap akhir bulan.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan perbaikan. Program ini akan terus berkembang berdasarkan feedback dari semua stakeholder,” tegas Dr. Yeni Kusnaedi.
Dengan peluncuran Program Magang Berkelanjutan dengan Fokus Pemberdayaan UMKM Lokal ini, Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmennya untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada pembangunan daerah. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan teoritis dengan realitas praktis kehidupan masyarakat.
Ke depan, diharapkan program ini akan menjadi model pembelajaran yang dapat diterapkan di universitas-universitas lain di kawasan Sulawesi Tenggara, serta memberikan dampak pengganda bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan melibatkan 250 mahasiswa di 45 UMKM dengan dukungan dana penelitian mencapai Rp 5 miliar, Unismuh Kendari telah membuktikan bahwa komitmen terhadap pengabdian masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi tindakan nyata yang terukur dan terstruktur.
—
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan pengamatan langsung terhadap acara peluncuran Program Magang Berkelanjutan dengan Fokus Pemberdayaan UMKM Lokal yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 1 April 2026.