KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) secara resmi meluncurkan serangkaian penelitian inovatif yang menggabungkan keahlian dosen dan kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi berkelanjutan. Peluncuran ini dilakukan pada Rabu, 03 April 2026, di Auditorium Utama Kampus Unismuh Kendari dan menandai komitmen institusi terhadap pengembangan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran dihadiri oleh pimpinan universitas, kepala LP2M, peneliti utama dari berbagai fakultas, serta lebih dari 150 mahasiswa yang terlibat dalam proyek-proyek penelitian strategis. Antusiasme peserta mencerminkan semangat akademik yang tinggi dalam mengubah teori menjadi praktik nyata yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Latar Belakang dan Visi Penelitian
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unismuh Kendari, yang didirikan dengan misi memperkuat ekosistem riset lokal, telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan inovasi yang kontekstual dengan kondisi geografis dan sosial Sulawesi Tenggara. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun belum optimal dalam pengelolaan berkelanjutan.
“Kami memahami bahwa universitas tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menjadi motor penggerak inovasi yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Penelitian kami dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi komunitas lokal,” ujar Dr. Muhammad Ridho Hidayat, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unismuh Kendari, dalam sambutannya.
Penelitian-penelitian yang diluncurkan mencakup berbagai bidang disiplin ilmu, mulai dari rekayasa berkelanjutan, ilmu pertanian terapan, teknologi perikanan modern, hingga solusi energi terbarukan untuk wilayah pesisir.
Tiga Penelitian Unggulan
Dalam acara peluncuran kali ini, Unismuh Kendari memperkenalkan tiga proyek penelitian unggulan yang telah melalui proses kurasi ketat dan siap diimplementasikan.
Pertama, penelitian berjudul “Sistem Manajemen Limbah Perikanan Berbasis Fermentasi Anaerob untuk Produksi Biogas Lokal” dipimpin oleh Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Sc., dari Fakultas Teknik. Proyek ini melibatkan 25 mahasiswa dari berbagai program studi dan dirancang untuk mengolah limbah perikanan yang selama ini menjadi masalah lingkungan menjadi sumber energi terbarukan.
“Kendari sebagai kota pelabuhan menghasilkan limbah perikanan dalam jumlah besar setiap harinya. Kami mengembangkan teknologi fermentasi anaerob yang dapat diaplikasikan di tingkat komunitas nelayan untuk menghasilkan biogas yang bisa digunakan sebagai bahan bakar memasak. Ini menciptakan siklus ekonomi sirkular,” jelas Dr. Nurhaliza ketika diwawancarai setelah acara peluncuran.
Kedua, penelitian berjudul “Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan dengan Sistem Vertikal Farming untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Laut” dipimpin oleh Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Agr., dari Fakultas Pertanian dan Perikanan. Proyek ini melibatkan 18 mahasiswa dan bekerjasama langsung dengan komunitas petani laut di Pulau Buton.
Prof. Sutrisno menjelaskan, “Rumput laut memiliki potensi ekonomi tinggi, namun petani kami masih menggunakan metode tradisional yang sangat bergantung pada kondisi alam. Kami mengembangkan sistem vertikal farming yang dapat meningkatkan produktivitas hingga 300 persen sambil mengurangi risiko kerugian akibat perubahan iklim.”
Ketiga, penelitian berjudul “Platform Digital Pemasaran Hasil Pertanian Lokal dengan Teknologi Blockchain untuk Transparansi Rantai Pasokan” dipimpin oleh Dr. Andi Pratama, M.T., dari Fakultas Teknologi Informasi. Penelitian ini melibatkan 32 mahasiswa dan difokuskan pada pemberdayaan petani kecil di pedesaan Kendari melalui digitalisasi.
“Petani lokal sering dirugikan karena kurangnya akses informasi pasar dan transparansi harga. Platform kami menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat setiap transaksi dari petani hingga konsumen akhir, memastikan petani mendapat harga yang adil dan konsumen mendapat jaminan keaslian produk,” ungkap Dr. Pratama dengan antusias.
Kolaborasi Lintas Disiplin dan Keterlibatan Mahasiswa
Salah satu aspek menonjol dari penelitian-penelitian ini adalah pendekatan multidisipliner yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Mahasiswa tidak hanya menjadi asisten peneliti, tetapi berperan aktif dalam setiap tahap penelitian, dari perencanaan hingga implementasi.
Maira Salsabila, mahasiswa Semester 8 Program Studi Teknik Lingkungan, yang terlibat dalam proyek biogas, mengungkapkan pengalamannya, “Awalnya saya hanya belajar teori di kelas, tetapi proyek penelitian ini membuat saya benar-benar memahami bagaimana menerapkan ilmu tersebut. Kami telah melakukan tiga kali eksperimen skala kecil dengan nelayan di Kelurahan Abeli, dan hasilnya sangat menjanjikan.”
Sementara itu, Riski Haryanto, mahasiswa Semester 6 Program Studi Informatika, yang berkontribusi dalam pengembangan platform digital, mengatakan, “Ini pengalaman luar biasa karena kami langsung berinteraksi dengan petani dan memahami masalah mereka secara real-time. Kami tidak hanya membuat aplikasi, tetapi membangun solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.”
Dukungan Institusional dan Pendanaan
Peluncuran penelitian ini didukung penuh oleh Pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Ir. Andi Muhammad Yunus, M.Sc., dalam pidato pembukaan menekankan komitmen universitas terhadap penelitian berkualitas.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa penelitian harus memiliki relevansi sosial. Kami telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung tiga proyek unggulan ini, masing-masing senilai 200 juta rupiah untuk tahun pertama implementasi. Ini adalah investasi kami dalam masa depan Sulawesi Tenggara yang lebih berkelanjutan dan sejahtera,” katanya.
Selain pendanaan internal, ketiga proyek juga mendapatkan dukungan dari berbagai mitra eksternal, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, beberapa LSM lingkungan, dan komunitas-komunitas lokal yang menjadi fokus penelitian.
Dampak yang Diharapkan
Para peneliti memproyeksikan dampak signifikan dari ketiga inisiatif penelitian ini dalam jangka pendek dan panjang.
Untuk proyek biogas, diharapkan dalam dua tahun ke depan, teknologi ini dapat diterapkan di minimal lima lokasi komunitas nelayan dengan kapasitas mengolah limbah perikanan hingga 50 ton per bulan. Ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 15 ton CO2 per tahun per lokasi, sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan bagi nelayan.
Untuk proyek rumput laut berkelanjutan, target awal adalah melatih 100 petani laut dalam menerapkan sistem vertikal farming, dengan peningkatan yield yang signifikan dan jangkauan pemasaran yang lebih luas melalui platform digital.
Platform digital pemasaran, setelah fase pengujian, ditargetkan dapat menghubungkan minimal 500 petani dengan ribuan konsumen lokal dan regional dalam tahun pertama operasi, dengan potensi peningkatan pendapatan petani hingga 40 persen.
Lebih jauh, ketiga proyek ini berpotensi menjadi model penggandaan yang dapat diterapkan di wilayah-wilayah lain di Sulawesi Tenggara dan bahkan di luar region.
Penguatan Ekosistem Riset Lokal
Menurut Dr. Ridho, peluncuran penelitian ini juga merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk menguatkan ekosistem riset lokal di Unismuh Kendari.
“Kami sedang membangun pusat-pusat keunggulan riset dalam berbagai bidang yang relevan dengan potensi lokal. Tahun depan, kami akan meluncurkan minimal enam penelitian tambahan dalam bidang-bidang seperti energi terbarukan, konservasi laut, dan teknologi pertanian presisi,” jelasnya.
Universitas juga berencana membuka inkubator bisnis inovatif yang akan membantu mengkomersialkan hasil penelitian dan menciptakan peluang usaha bagi mahasiswa dan masyarakat lokal.
Penutup
Peluncuran penelitian inovatif oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam peran universitas sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi. Dengan menggabungkan keahlian dosen berpengalaman dan energi kreatif mahasiswa, Unismuh Kendari berupaya menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi Sulawesi Tenggara.
Ketiga proyek unggulan yang diluncurkan—sistem manajemen limbah perikanan, budidaya rumput laut berkelanjutan, dan platform digital pemasaran—bukan hanya sekedar akademis, melainkan solusi praktis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Komitmen institusional, dukungan pendanaan, kolaborasi lintas disiplin, dan keterlibatan aktif mahasiswa menciptakan fondasi yang kuat untuk kesuksesan penelitian-penelitian ini. Dengan momentum ini, Unismuh Kendari diharapkan dapat terus menghasilkan inovasi-inovasi bermakna yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, regional, dan nasional.
—
Kata kunci: Unismuh Kendari, penelitian inovatif, pengabdian masyarakat, teknologi berkelanjutan, Kendari, Sulawesi Tenggara, LP2M
(Total kata: 1.847 kata)