KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2) menggelar acara spektakuler Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 pada hari Selasa, 15 April 2026. Kegiatan berlangsung meriah di lapangan olahraga utama kampus dengan menampilkan ratusan peserta dari berbagai cabang olahraga dan seni budaya yang mencerminkan kekayaan warisan budaya Sulawesi Tenggara.
Festival yang berlangsung selama tiga hari (15-17 April 2026) ini merupakan inisiatif strategis dari pihak universitas untuk menciptakan ekosistem pengembangan potensi mahasiswa di luar akademik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen LP2 Universitas Muhammadiyah Kendari dalam memberdayakan mahasiswa agar memiliki kompetensi holistik yang mencakup aspek akademik, kreativitas, dan kesehatan fisik.
Kepala LP2 Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Haji Syaiful Anwar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai platform komprehensif untuk mengeksplorasi bakat mahasiswa di bidang olahraga dan seni budaya. “Kami percaya bahwa mahasiswa yang berkembang secara menyeluruh akan menjadi lulusan berkualitas tinggi yang siap menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Syaiful Anwar saat membuka acara pada Selasa pagi.
Rangkaian Kegiatan yang Beragam
Pelaksanaan Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 mencakup berbagai cabang olahraga kompetitif maupun pertunjukan seni budaya. Pada aspek olahraga, panitia menyelenggarakan pertandingan sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, badminton, serta lomba lari dan estafet. Setiap cabang olahraga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Sementara itu, untuk cabang seni budaya, festival menampilkan pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara, termasuk tari Poco-Poco, tari Kabasaran yang berasal dari Manado, serta tari Zapin yang mencerminkan pengaruh budaya Melayu dan Arab. Selain itu, ada kompetisi seni musik tradisional dengan alat musik daerah seperti gong, gendang, dan sape (alat musik tradisional Dayak).
Panitia juga menyediakan kategori seni rupa dengan pameran lukisan, sketsa, dan instalasi seni yang dibuat oleh mahasiswa program studi seni dan desain. Kompetisi harmoni vokal, fashion show dengan tema “Batik Nusantara dan Tenun Tradisional Sultra,” serta pertunjukan drama daerah juga menjadi bagian menarik dari acara tahun ini.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka, tidak peduli dari latar belakang mereka,” kata Koordinator Festival, Mirna Suhartono, S.Pd., M.Sn., yang merupakan dosen di Jurusan Pendidikan Seni.
Partisipasi Masif dari Seluruh Fakultas
Data resmi panitia menunjukkan bahwa lebih dari 800 mahasiswa dari 12 fakultas dan program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari telah mendaftar sebagai peserta aktif. Ini mencerminkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan yang menyelaraskan nilai-nilai budaya lokal dengan pengembangan diri.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr. Hj. Siti Nurhayati, M.Pd., mengungkapkan kebanggaan atas partisipasi aktif mahasiswa dari fakultasnya. “Mahasiswa dari Fakultas KIP mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses mengapresiasi seni dan budaya sambil menjaga kondisi fisik yang prima,” ungkapnya.
Dari sisi fasilitas, kampus telah mempersiapkan infrastruktur pendukung yang memadai. Lapangan olahraga telah direnovasi dengan penambahan sound system profesional, panggung pertunjukan bertingkat dengan pencahayaan modern, serta area tempat duduk yang nyaman untuk penonton. Panitia juga menyediakan area medis dengan tenaga kesehatan untuk memastikan keselamatan semua peserta.
Komitmen terhadap Pelestarian Budaya Lokal
Salah satu aspek penting dari festival ini adalah fokusnya pada pelestarian dan promosi budaya lokal Sulawesi Tenggara. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen budaya tradisional dalam acara kampus modern, Universitas Muhammadiyah Kendari berupaya mendorong generasi muda untuk tetap mencintai warisan budaya mereka.
Ketua Program Studi Seni Pertunjukan, Drs. Bambang Irawan, M.A., yang juga menjadi pembimbing artistik acara, menerangkan filosofi di balik pemilihan genre seni yang ditampilkan. “Setiap tarian, musik, dan seni rupa yang kami tampilkan memiliki cerita dan nilai historis yang mendalam. Dengan menampilkannya di panggung universitas, kita mengajarkan kepada mahasiswa bahwa budaya lokal bukan sesuatu yang ketinggalan zaman, melainkan aset berharga yang layak untuk dilestarikan dan dikembangkan,” jelas Bambang Irawan.
Program khusus juga diadakan untuk mengedukasi penonton tentang makna mendalam dari setiap pertunjukan. Sebelum setiap sesi seni dimulai, fasilitator kampus memberikan penjelasan singkat tentang asal-usul, fungsi sosial, dan relevansi kontemporer dari seni yang ditampilkan.
Dampak Positif bagi Mahasiswa
Para ahli pendidikan sepakat bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan seni budaya memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan karakter dan kesehatan mental mereka. Dr. Haji Syaiful Anwar menambahkan bahwa festival ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mendeteksi bakat mahasiswa yang berbakat luar biasa.
“Melalui festival ini, kami dapat mengidentifikasi mahasiswa dengan bakat khusus di bidang olahraga atau seni yang kemudian dapat kami fasilitasi untuk mengikuti pelatihan lanjutan atau kompetisi di tingkat regional dan nasional,” katanya.
Mahasiswa peserta juga merasakan manfaat signifikan dari acara ini. Salah satu peserta dari Fakultas Teknik, Riyan Pratama, 20 tahun, mengakui bahwa persiapan untuk festival memberikan pengalaman berharga. “Selama persiapan, saya belajar bekerja tim, disiplin, dan dedikasi. Meskipun saya tidak memenangkan kompetisi lari sprint saya, pengalaman ini membuat saya merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus berolahraga,” ujar Riyan.
Sementara itu, Putri Dewi, mahasiswa dari Jurusan Seni Rupa, menceritakan bagaimana festival ini memberikan wadah untuk mengekspresikan kreativitas. “Saya bisa menampilkan karya seni yang saya buat selama semester ini di depan ratusan orang. Itu pengalaman yang tidak ternilai harganya bagi pengembangan profesional saya sebagai seorang seniman,” kata Putri dengan antusias.
Dukungan Institusional dan Berkelanjutan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mukhlis Yunus, S.E., M.M., telah mengisyaratkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan kegiatan seni dan olahraga di kampus. Dalam pernyataan tertulis yang diberikan kepada media, Prof. Mukhlis menegaskan bahwa festival tahunan ini akan menjadi agenda rutin universitas.
“Investasi kami dalam pengembangan mahasiswa melalui kegiatan olahraga dan seni budaya adalah investasi untuk masa depan bangsa. Kami ingin kampus kami tidak hanya menjadi pusat pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi pusat pengembangan karakter dan kreativitas,” bunyi pernyataan resminya.
Untuk mendukung berkelanjutan program ini, LP2 Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan anggaran khusus dan struktur organisasi permanen yang akan mengelola kegiatan seni dan olahraga mahasiswa setiap tahunnya. Selain itu, pihak kampus juga sedang dalam proses untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kendari dan Dinas Kebudayaan Sulawesi Tenggara untuk memperkuat aspek pelestarian budaya lokal.
Antusiasme Penonton dan Kehadiran Publik
Antusiasme publik terhadap festival ini juga sangat tinggi. Selama tiga hari penyelenggaraan, panitia mencatat kehadiran lebih dari 3.000 penonton yang berasal dari kalangan mahasiswa, keluarga, masyarakat umum Kendari, serta undangan resmi dari instansi pemerintah dan organisasi sosial lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Drs. Supratman, M.Si., yang hadir pada acara pembukaan, memuji inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat identitas budaya kita di era globalisasi. Saya berharap universitas lain di Kendari dapat mengikuti contoh baik ini,” ujarnya.
Penghargaan dan Pengakuan
Pada penutupan festival pada 17 April 2026, panitia memberikan penghargaan kepada pemenang-pemenang di berbagai kategori. Selain medali dan hadiah uang tunai, para pemenang juga diberikan sertifikat prestasi yang bernilai akademik dan dapat dijadikan portofolio mereka.
Kategori pemenang meliputi: juara umum olahraga (diraih oleh Tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), juara umum seni budaya (Fakultas Pendidikan), penari terbaik (Magdalena dari Jurusan Seni Pertunjukan), musisi tradisional terbaik, dan pameran seni rupa terbaik.
Selain penghargaan kompetitif, acara juga memberikan penghargaan apresiasi kepada semua peserta, mengingat filosofi festival lebih ditekankan pada partisipasi dan pengembangan diri daripada semata-mata pencapaian kompetitif.
Pesan Penutup dan Harapan ke Depan
Universitas Muhammadiyah Kendari melalui LP2 telah menunjukkan komitmen nyata dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 bukan hanya sekadar acara hiburan, melainkan manifestasi dari visi universitas untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan kreativitas, kesehatan fisik, dan apresiasi terhadap warisan budaya lokal.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan dan semakin berkembang di tahun-tahun mendatang. Semoga festival ini dapat menginspirasi universitas-universitas lain dan lembaga pendidikan di Kendari untuk juga memberikan perhatian serius terhadap pengembangan potensi mahasiswa di luar akademik.
Sebagai penutup, Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa universitas yang baik adalah universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan pintar, tetapi juga lulusan yang berkarakter, kreatif, dan bangga dengan identitas budaya mereka.
—
[Akhir Artikel]