KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNISMUH Kendari) terus mengakselerasi pengembangan infrastruktur akademik dengan meluncurkan proyek pembangunan fasilitas penelitian terpadu di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Proyek bernilai miliaran rupiah ini menjadi bagian integral dari visi kampus untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional dan nasional.
Pada Rabu, 9 April 2026, rencana pembangunan ini secara resmi diumumkan melalui konferensi pers yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen peneliti, dan berbagai stakeholder pendidikan di Kendari. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan keterbatasan sarana penelitian yang selama ini menjadi hambatan bagi para peneliti UNISMUH Kendari dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi.
Latar Belakang dan Urgensi Pembangunan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNISMUH Kendari telah beroperasi sejak pendirian universitas pada tahun 1992. Selama lebih dari tiga dekade, lembaga ini telah menjadi motor penggerak riset dan inovasi di kampus. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah peneliti dan semakin kompleksnya topik-topik penelitian, infrastruktur yang ada dirasa sudah tidak memadai.
“Kami telah melakukan audit menyeluruh terhadap semua fasilitas penelitian kami selama enam bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa 60 persen dari peralatan laboratorium kami sudah berusia lebih dari 10 tahun, dan beberapa sudah tidak berfungsi optimal,” ungkap Dr. Hamzah Mansur, Rektor UNISMUH Kendari, dalam sesi wawancara eksklusif dengan media kampus pada Selasa, 8 April 2026.
Menurut data yang dihimpun LPPM, pada tahun akademik 2024-2025 saja, universitas mencatat 287 proposal penelitian dari berbagai fakultas, namun hanya 156 proposal yang dapat terealisasi dengan baik. Hambatan utama adalah keterbatasan fasilitas laboratorium, alat-alat penelitian modern, dan ruang kerja peneliti yang ergonomis.
Spesifikasi dan Ruang Lingkup Proyek
Proyek pembangunan fasilitas penelitian ini akan mencakup beberapa komponen utama yang tersebar di seluruh kompleks LPPM UNISMUH Kendari. Lokasi pembangunan berada di area kampus Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, dengan total luas lahan pengembangan mencapai 3.500 meter persegi.
Direktur LPPM, Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., menjelaskan rincian fasilitas yang akan dibangun dalam penjelasan detail:
“Fasilitas baru ini akan terdiri dari empat blok bangunan utama. Pertama, Gedung Laboratorium Terpadu seluas 1.200 meter persegi dengan spesialisasi pada bidang bioteknologi, kimia analitik, dan teknologi pangan. Kedua, Pusat Riset Kelautan dan Perikanan berukuran 800 meter persegi yang akan fokus pada penelitian sumber daya laut dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga, Laboratorium Sosial dan Humaniora dengan luas 600 meter persegi untuk mendukung penelitian di bidang ilmu sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Keempat, adalah Gedung Administrasi dan Pusat Inovasi berukuran 500 meter persegi yang akan berfungsi sebagai hub kolaborasi antar peneliti,” jelas Prof. Siti dalam konferensi pers pada 9 April 2026 kemarin.
Selain pembangunan gedung, proyek ini juga mencakup pengadaan peralatan penelitian berstandar internasional. Berdasarkan dokumen anggaran yang diperoleh media, alokasi dana untuk peralatan laboratorium mencapai Rp 8,5 miliar, dengan prioritas utama pada:
– Spektrofotometer UV-Vis dan spektrometer massa untuk laboratorium kimia
– Inkubator dan autoclave generasi terbaru untuk laboratorium biologi
– Peralatan analisis air dan sedimen untuk penelitian kelautan
– Perangkat komputer dan software penelitian untuk data processing
– Perpustakaan digital dan akses jurnal internasional premium
Investasi dan Pendanaan
Anggaran total proyek pembangunan ini mencapai Rp 24,7 miliar, yang bersumber dari berbagai saluran pembiayaan. Rektor Hamzah Mansur menjelaskan strategi pendanaan yang telah disusun dengan matang:
“Kami telah mengamankan 40 persen dana dari alokasi anggaran operasional universitas untuk tahun 2026-2027. Sisanya akan bersumber dari hibah penelitian yang telah kami terima dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebesar Rp 7 miliar, serta kontribusi dari mitra industri dan donatur alumni yang telah berkomitmen memberikan dukungan finansial,” ujarnya.
Pengadaan barang dan jasa untuk proyek ini telah melalui proses yang transparan sesuai dengan regulasi pemerintah. Tim Kerja Sama dan Pengembangan Universitas telah mengidentifikasi beberapa supplier terpercaya untuk peralatan laboratorium, dengan pertimbangan utama pada kualitas, garansi layanan purna jual, dan dukungan teknis jangka panjang.
Dampak Akademik dan Penelitian
Pembangunan fasilitas penelitian modern ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem akademik UNISMUH Kendari. Dr. Nur Azizah, Ketua Forum Peneliti Muda UNISMUH Kendari, mengungkapkan optimisme yang tinggi:
“Dengan fasilitas ini, kami dapat mengembangkan penelitian yang lebih mendalam dan terukur. Khususnya bagi penelitian mengenai karakteristik unik potensi maritim Sulawesi Tenggara, yang merupakan keunggulan komparatif kita. Saya yakin dalam tiga tahun ke depan, publikasi ilmiah dari UNISMUH Kendari akan meningkat drastis, baik di jurnal nasional maupun internasional,” katanya dengan penuh antusiasme.
Selain itu, fasilitas penelitian yang lebih baik juga akan memperkuat kapasitas universitas dalam menjalin kolaborasi penelitian dengan institusi lain. Beberapa universitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara telah menunjukkan minat untuk melakukan penelitian bersama di LPPM UNISMUH Kendari, terutama dalam bidang penelitian maritim dan inovasi teknologi pangan lokal.
Dampak sosial ekonomi juga diharapkan dari proyek ini. Dengan meningkatnya kapasitas penelitian, universitas dapat lebih intensif melakukan pengabdian kepada masyarakat lokal di Kendari dan sekitarnya. Program inkubasi bisnis berbasis hasil penelitian juga akan diperluas, sehingga dapat menciptakan peluang usaha baru dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Jadwal Pelaksanaan dan Target Penyelesaian
Proyek pembangunan ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, berlangsung dari Juli 2026 hingga Desember 2027, fokus pada pembangunan infrastruktur fisik dan instalasi utilitas dasar. Tahap kedua, dari Januari hingga Juni 2028, akan menyelesaikan pengadaan peralatan, pelatihan teknisi, dan soft launching fasilitas.
“Target kami adalah grand opening fasilitas ini dapat dilaksanakan bersamaan dengan perayaan dies natalis universitas pada bulan November 2028. Ini adalah momentum yang tepat untuk menunjukkan komitmen UNISMUH Kendari terhadap peningkatan kualitas akademik dan penelitian,” terang Rektor Mansur.
Keterlibatan Stakeholder dan Dukungan Komunitas
Kesuksesan proyek ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif berbagai pihak. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Joni Prasetyo, M.Pd., yang hadir dalam konferensi pers, memberikan dukungan penuh:
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat mendukung inisiatif UNISMUH Kendari ini. Peningkatan kapasitas penelitian di universitas lokal adalah investasi jangka panjang untuk pembangunan daerah. Kami siap memberikan fasilitasi dalam hal perizinan dan koordinasi dengan instansi terkait,” ungkapnya.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APUMI) Kendari, yang diwakili oleh ketua pengurus Budi Hartono, juga menunjukkan antusiasme:
“Kami akan mendukung melalui skema pendanaan alternatif dan pemanfaatan hasil penelitian untuk pengembangan produk lokal. Kolaborasi antara akademisi dan industri adalah kunci inovasi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Penutup
Pembangunan fasilitas penelitian modern di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNISMUH Kendari merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi nyata terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai stakeholder dan komitmen pimpinan universitas yang kuat, proyek ini diproyeksikan akan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Ke depannya, UNISMUH Kendari diharapkan dapat menjadi pusat riset unggulan di tingkat regional, khususnya dalam penelitian maritim, teknologi pangan, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Investasi dalam infrastruktur penelitian ini adalah bukti nyata bahwa universitas tidak hanya berfokus pada transferensi ilmu, tetapi juga pada penciptaan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa.
Dengan fasilitas yang modern dan tim peneliti yang semakin berkompeten, UNISMUH Kendari siap melangkah maju menuju era baru penelitian dan inovasi yang akan membawa nama kampus ke panggung nasional dan internasional.
—
Artikel ini telah disesuaikan dengan perkembangan terkini UNISMUH Kendari. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi bagian Humas dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kendari di (0401) XXXXXXX atau email: [email protected]