Kendari – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar rangkaian acara akademik komprehensif pada tanggal 7 April 2026 dengan menghadirkan para narasumber terkemuka dari berbagai institusi nasional dan internasional. Acara yang berlangsung di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional maupun global.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan meliputi tiga format berbeda, yakni seminar ilmiah, webinar daring dengan peserta internasional, serta kuliah umum yang terbuka untuk seluruh civitas akademika dan masyarakat umum. Dengan tema utama “Transformasi Digital dalam Penelitian dan Pemberdayaan Komunitas: Peluang dan Tantangan di Era Pasca-Pandemi”, acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta langsung dan lebih dari 1.200 peserta daring dari berbagai universitas, lembaga penelitian, serta organisasi non-pemerintah.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Pelaksanaan rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum ini tidak terlepas dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat luas. Dalam konteks perkembangan global yang semakin dinamis, terutama pascaperiodan pandemi COVID-19, diperlukan refleksi mendalam tentang bagaimana penelitian dan pengabdian masyarakat dapat beradaptasi dengan teknologi digital sambil tetap mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Dr. Amir Syah, S.E., M.Si., Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari, keputusan untuk mengadakan acara ini merupakan respons nyata terhadap kebutuhan akademik dan praktis di lapangan. “Kami melihat bahwa pasca-pandemi, terdapat momentum penting bagi institusi pendidikan untuk mengintegrasi teknologi digital dalam setiap aspek penelitian dan pengabdian masyarakat. Acara ini dirancang untuk menjadi forum pertukaran ide, sharing best practices, dan networking antar peneliti serta praktisi pengabdian masyarakat,” ujar Dr. Amir dalam sambutannya pada pembukaan acara.
Lokasi pelaksanaan di Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, juga memiliki signifikansi tersendiri. Sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang kaya, termasuk sektor maritim, pertanian, dan pariwisata, Kendari membutuhkan inovasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan lokal namun berwawasan global. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan ternama di kawasan, merasa bertanggung jawab untuk memfasilitasi dialog akademik yang bermakna.
Acara Utama dan Pembicara Terkemuka
Seminar ilmiah yang menjadi inti dari acara 7 April 2026 ini menghadirkan lima pembicara utama dengan keahlian di bidang yang berbeda-beda namun saling melengkapi. Sesi pagi dimulai dengan pemaparan dari Prof. Dr. Bambang Setiawan, M.Tech., dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang membahas topik “Pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence dalam Penelitian Sosial dan Kesehatan Masyarakat”.
Prof. Bambang, yang merupakan salah satu pionir dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia, menyampaikan perspektif menarik tentang bagaimana big data dapat mengungkap pola-pola tersembunyi dalam data sosial yang sebelumnya sulit diidentifikasi dengan metode konvensional. “Teknologi bukan pengganti dari pemahaman kontekstual lokal, melainkan tools untuk memperkuat dan mempercepat proses riset kita,” jelas Prof. Bambang dalam presentasinya yang berlangsung kurang lebih 90 menit termasuk sesi tanya jawab.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Siti Nurhaliza, Ph.D., dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menjadi pembicara kedua dengan topik “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas: Strategi Berkelanjutan dan Pengukuran Dampak”. Dr. Siti yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam program pengabdian masyarakat membagikan kisah sukses dari berbagai proyek yang telah ia lakukan di daerah-daerah terpencil Indonesia.
“Penelitian dan pengabdian masyarakat harus berjalan beriringan. Penelitian tanpa implementasi adalah pengetahuan yang sia-sia, sementara pengabdian tanpa riset yang kuat akan menjadi program yang tidak terukur hasilnya,” ujar Dr. Siti dalam kesempatan tanya jawab dengan moderator.
Pembicara internasional yang dihadirkan dalam bentuk webinar sinkron adalah Prof. Dr. James Mitchell, Ph.D., dari University of Melbourne, Australia, yang membahas “Collaborative Research Networks dalam Era Global: Membangun Kemitraan Berkelanjutan antar Universitas”. Kehadiran pembicara dari Australia ini menandakan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuka diri terhadap kolaborasi internasional yang lebih luas.
Webinar Internasional dan Partisipasi Global
Komponen webinar dalam acara ini melibatkan partisipasi dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, dan Kamboja. Webinar berlangsung dalam format diskusi panel dengan moderator Dr. Eka Prasetya, M.Sc., dari Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri. Topik yang dibahas mencakup tantangan dalam melakukan penelitian lintas budaya, standar etika penelitian internasional, serta mekanisme pendanaan untuk proyek-proyek riset kolaboratif.
Salah satu peserta webinar dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Dr. Wan Fatimah binti Mahmud, memberikan kontribusi penting tentang pengalaman Malaysia dalam mengintegrasikan sustainable development goals (SDGs) dalam kurikulum penelitian universitas. “Kami menemukan bahwa ketika universitas secara eksplisit menyelaraskan penelitiannya dengan SDGs, tidak hanya dampak sosial yang meningkat, tetapi juga daya tarik pendanaan dari berbagai donor internasional,” papar Dr. Wan Fatimah.
Partisipasi dari berbagai negara ini menciptakan atmosfer akademik yang sangat dinamis dan memberikan perspektif beragam tentang isu-isu penelitian dan pengabdian masyarakat yang universal namun dengan konteks lokal yang berbeda-beda.
Kuliah Umum dan Sesi Interaktif
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan, diselenggarakan kuliah umum dengan pembicara Ir. Muhammad Zainul Arifin, M.Sc., seorang praktisi pengabdian masyarakat dan pengusaha sosial yang telah mendirikan beberapa lembaga pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Topik kuliah umum ini adalah “Dari Penelitian ke Aksi: Membangun Ekosistem Inovasi Sosial di Daerah”.
Dalam kuliah umum yang sangat interaktif ini, Ir. Zainul berbagi pengalamannya tentang bagaimana hasil-hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi program-program konkret yang memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Beliau juga menyoroti peran penting universitas sebagai jembatan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan praktis di tingkat grassroots.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki keuntungan geografis dan sosial yang luar biasa. Lokasi di Kendari memungkinkan penelitian yang relevan dengan isu-isu maritim, agroindustri, dan pariwisata berkelanjutan. Saya mengajak para mahasiswa dan dosen untuk berani bermimpi besar dan mengubah mimpi tersebut menjadi riset yang bermakna,” kata Ir. Zainul yang mendapat respons antusias dari lebih dari 400 peserta yang hadir di aula.
Tanggapan Civitas Akademika
Antusiasme peserta terhadap rangkaian acara ini terpancar dari tingkat kehadiran yang tinggi serta banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang di setiap sesi. Maulidah Putri, seorang mahasiswa program studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti seminar.
“Saya mendapat banyak insight baru tentang bagaimana menggunakan teknologi data dalam penelitian saya tentang konservasi terumbu karang. Kesempatan untuk bertanya langsung kepada para ahli seperti Prof. Bambang dan berinteraksi dengan peneliti dari berbagai daerah adalah pengalaman yang sangat berharga,” kata Maulidah yang sedang mengerjakan tesis tentang dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut di Sulawesi Tenggara.
Dr. Hendra Wijaya, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Kendari, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. “Acara semacam ini sangat penting untuk menjaga relevansi penelitian kita dengan perkembangan global. Saya berharap acara seperti ini dapat menjadi tradisi tahunan, bahkan dengan cakupan yang lebih luas,” ujarnya.
Dampak dan Rekomendasi
Dari seluruh rangkaian acara yang berlangsung selama sehari penuh ini, dapat diidentifikasi beberapa dampak positif dan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, acara ini telah berhasil membangun jaringan kolaborasi penelitian yang melibatkan institusi dari berbagai negara dan daerah. Beberapa peserta dari universitas lain telah menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama penelitian dengan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam berbagai bidang.
Kedua, acara ini telah meningkatkan kesadaran tentang pentingnya integrasi teknologi digital dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Peserta memahami bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai dampak sosial yang lebih besar.
Ketiga, acara ini telah membuka wacana penting tentang etika penelitian, particularly dalam konteks penelitian yang melibatkan masyarakat lokal. Diskusi tentang informed consent, benefit sharing, dan community engagement menjadi topik yang sangat relevan, terutama mengingat sensitivitas konteks lokal di Sulawesi Tenggara.
Adapun rekomendasi yang muncul dari berbagai diskusi mencakup: (1) perlunya forum reguler untuk memantau dan mengevaluasi dampak dari penelitian dan pengabdian masyarakat; (2) penguatan kapasitas peneliti muda dalam menggunakan tools digital dan metodologi penelitian kontemporer; (3) peningkatan kolaborasi antara universitas, sektor privat, dan organisasi non-pemerintah dalam melaksanakan proyek-proyek pengabdian masyarakat; dan (4) perlu ada mekanisme untuk menginsentifasi penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah sosial konkret.
Komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari ke Depan
Direktur LPPM Dr. Amir Syah menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus melanjutkan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian masyarakat. “Kami akan membentuk task force khusus untuk menindaklanjuti berbagai hasil dan rekomendasi dari seminar ini. Target kami adalah untuk meningkatkan jumlah publikasi peneliti kami di jurnal internasional sebesar 50% dalam dua tahun ke depan, serta memastikan bahwa setiap penelitian yang dilakukan memiliki output yang bermanfaat bagi masyarakat lokal,” tutur Dr. Amir.
Rencana jangka panjang LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari juga mencakup pembukaan research center baru yang akan fokus pada isu-isu maritim dan pembangunan berkelanjutan, dua area yang sangat relevan dengan konteks Sulawesi Tenggara. Center ini akan melibatkan kolaborasi dengan berbagai universitas dan institusi penelitian nasional dan internasional.
Penutup
Rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 7 April 2026 telah membuktikan pentingnya forum akademik semacam ini dalam memfasilitasi pertumbuhan pengetahuan dan pengembangan solusi praktis untuk tantangan sosial. Acara ini tidak hanya menghadirkan para ahli terkemuka, tetapi juga menciptakan ruang dialog yang bermakna antara peneliti, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat.
Dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh berbagai pihak, dapat diharapkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menjadi pusat pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas. Komitmen institusi untuk mengintegrasikan teknologi digital, memperkuat jaringan kolaborasi internasional, dan memastikan relevansi penelitian dengan kebutuhan masyarakat akan menjadi kunci kesuksesan dalam perjalanan transformasi ini.
—
Redaktur: Warung Kampus Kendari
Tanggal Publikasi: 8 April 2026
Jumlah Kata: 1.847 kata